KUTAI KARTANEGARA – Para petani di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, kini mulai meninggalkan ketergantungan pada pupuk kimia dan solar melalui program ECO-STEP yang diinisiasi oleh Pertamina EP Field Semberah. Inovasi ini diterapkan di lahan pertanian setempat sebagai upaya mendorong transisi ke pertanian semi-organik dan penggunaan energi terbarukan guna meningkatkan efisiensi produksi di wilayah operasional hulu migas tersebut.
Kehadiran program ini membawa dampak ekonomi signifikan, terutama dalam memangkas biaya operasional yang selama ini membebani para petani akibat tingginya harga bahan bakar dan pupuk di pasaran. “Melalui inovasi ECO-STEP ini, kami bisa menekan biaya produksi secara mandiri karena tidak lagi bergantung sepenuhnya pada solar dan pupuk kimia yang harganya sering tidak stabil,” ujar salah satu perwakilan petani setempat.
Selain memberikan penghematan biaya, pola pertanian ini juga bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan tanah di Desa Tanah Datar agar lebih berkelanjutan. Sinergi antara industri migas dan masyarakat melalui Pertamina EP ini diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menciptakan ekosistem pertanian yang lebih ramah lingkungan di Kalimantan Timur.

