BAGHDAD – Perdana Menteri Irak, Ali Al Zaidi, resmi membuka penyelidikan mendalam di Baghdad pada pekan ini menyusul protes keras dari pemerintah Arab Saudi terkait serangan drone yang diduga diluncurkan dari wilayah Irak. Langkah investigasi ini diambil sebagai respons cepat pemerintah Irak untuk mengklarifikasi tuduhan serius tersebut sekaligus membuktikan komitmen negara dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Tim investigasi gabungan kini tengah bekerja untuk mengidentifikasi aktor di balik peluncuran pesawat tak berawak yang menargetkan fasilitas di Arab Saudi tersebut. Dalam pernyataan resminya, Ali Al Zaidi menekankan pentingnya kedaulatan wilayah dan hubungan baik antarnegara tetangga. “Kami tidak akan membiarkan wilayah Irak digunakan sebagai landasan serangan terhadap negara tetangga manapun, dan kami akan menindak tegas pihak yang melanggar hukum ini,” tegas sang Perdana Menteri.
Situasi ini sempat memicu ketegangan diplomatik antara Baghdad dan Riyadh, di mana pihak Saudi menuntut transparansi penuh terkait pengawasan wilayah udara Irak. Melalui penyelidikan ini, diharapkan fakta di lapangan dapat terungkap secara jelas guna meredam kemarahan Arab Saudi serta mencegah terjadinya insiden serupa yang dapat memperburuk situasi geopolitik di masa mendatang.

