NAGAN RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Kabupaten Nagan Raya, Aceh, sejak beberapa hari terakhir yang kini dilaporkan telah meluas hingga mencapai kisaran 60 sampai 90 hektare. Insiden ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem serta embusan angin kencang yang menyebabkan kobaran api cepat merambat di atas lahan gambut yang kering. Tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman di titik-titik api agar tidak semakin mendekati wilayah pemukiman penduduk.
Kondisi di lapangan saat ini cukup mengkhawatirkan mengingat titik api masih terus bermunculan dan sulit dikendalikan secara manual karena faktor alam. “Luas lahan yang terbakar saat ini diperkirakan mencapai 60 hingga 90 hektare, dan api berpotensi terus meluas jika cuaca panas ekstrem terus bertahan disertai angin kencang,” ujar petugas BPBD setempat saat memberikan keterangan resmi terkait upaya pengendalian api di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, kendala utama pemadaman adalah akses jalan yang sulit dijangkau kendaraan berat serta terbatasnya ketersediaan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Petugas dari TNI, Polri, dan relawan terus bersiaga di titik rawan guna memutus rantai penyebaran api lebih jauh. Pemerintah daerah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar guna menghindari risiko bencana Karhutla yang lebih parah di tengah musim kemarau.

