PENAJAM – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) melaporkan telah menyerap sebanyak 10.951 ton gabah dari petani di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser sepanjang tahun 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat stok cadangan beras pemerintah serta menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Kalimantan Timur.
Optimalisasi penyerapan hasil panen lokal ini menjadi prioritas utama guna memastikan kesejahteraan para petani di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut tetap terjaga. “Kami terus berkomitmen mengoptimalkan penyerapan hasil panen lokal demi mendukung kesejahteraan petani dan memastikan ketahanan pangan daerah tetap aman dan terjaga,” ujar pihak Bulog Kaltimra dalam keterangan resminya.
Selain menjaga stok pangan, program serapan gabah ini juga bertujuan untuk meminimalisir ketergantungan pasokan beras dari luar daerah. Dengan capaian lebih dari 10 ribu ton, Bulog optimistis bahwa sinergi dengan petani lokal di Penajam dan Paser akan terus meningkat seiring dengan perbaikan sarana dan prasarana pertanian di wilayah tersebut.

