By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Fenomena “Asal Viral”: Cerminan Perubahan Cara Masyarakat Mengonsumsi Informasi
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Lainnya > Fenomena “Asal Viral”: Cerminan Perubahan Cara Masyarakat Mengonsumsi Informasi
LainnyaUmum / Lainnya

Fenomena “Asal Viral”: Cerminan Perubahan Cara Masyarakat Mengonsumsi Informasi

Muhammad Farikhin
Last updated: Mei 31, 2026 8:59 pm
By Muhammad Farikhin
5 Min Read
Share
Penulis Opini, Muhammad Arisandi Sapriawan.
SHARE

Oleh: Muhammad Arisandi Sapriawan

Beberapa tahun terakhir, media sosial telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, hingga menyampaikan pendapat, dilakukan melalui berbagai platform digital. Kemudahan ini tentu membawa banyak manfaat. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul sebuah fenomena yang semakin sering terlihat, yaitu kecenderungan masyarakat untuk menganggap sesuatu penting hanya karena sedang viral.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kata “viral” kini memiliki daya tarik yang luar biasa. Sebuah video, unggahan, atau pernyataan yang ramai dibicarakan dalam waktu singkat mampu menarik perhatian jutaan orang. Bahkan tidak sedikit media yang ikut mengangkat suatu isu karena tingginya perhatian publik terhadap topik tersebut. Akibatnya, ukuran penting atau tidaknya suatu informasi sering kali bergeser dari nilai dan manfaatnya menjadi seberapa banyak orang yang membicarakannya.

Fenomena ini sebenarnya cukup menarik untuk dicermati. Di satu sisi, viralitas dapat membantu penyebaran informasi dengan cepat. Banyak kasus sosial, kegiatan kemanusiaan, hingga persoalan publik yang akhirnya mendapatkan perhatian luas karena ramai dibicarakan di media sosial. Namun di sisi lain, tidak semua yang viral memiliki nilai edukasi atau manfaat bagi masyarakat. Tidak jarang suatu isu menjadi populer hanya karena mengandung unsur sensasi, kontroversi, atau hiburan semata.

Sebagai pengguna media sosial, kita sering menemukan situasi di mana sebuah informasi langsung dipercaya hanya karena banyak dibagikan oleh orang lain. Padahal, belum tentu informasi tersebut benar. Dalam beberapa kasus, masyarakat bahkan lebih cepat memberikan komentar daripada mencari tahu fakta yang sebenarnya. Akibatnya, ruang digital sering dipenuhi berbagai asumsi yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Menurut saya, kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi informasi di masyarakat. Jika dahulu seseorang cenderung mencari informasi dari sumber yang dianggap kredibel, kini banyak orang justru memperoleh informasi pertama kali dari media sosial. Masalahnya, media sosial memungkinkan siapa saja menjadi penyebar informasi tanpa melalui proses verifikasi yang ketat. Ketika informasi yang belum jelas kebenarannya terus dibagikan, masyarakat berisiko terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.

Selain itu, budaya mengejar viralitas juga mulai memengaruhi cara sebagian orang berperilaku. Tidak sedikit individu yang rela melakukan berbagai hal demi mendapatkan perhatian publik. Mulai dari membuat konten kontroversial hingga menampilkan sesuatu yang berlebihan agar mendapatkan lebih banyak penonton. Dalam situasi seperti ini, kualitas pesan sering kali menjadi nomor dua, sementara perhatian publik menjadi tujuan utama.

Hal yang perlu menjadi perhatian adalah dampak jangka panjang dari kebiasaan tersebut. Jika masyarakat terus terbiasa mengonsumsi informasi berdasarkan popularitas semata, maka kemampuan untuk berpikir kritis dapat berkurang. Orang akan lebih mudah terpengaruh oleh opini yang ramai dibandingkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Padahal, dalam kehidupan bermasyarakat, kemampuan membedakan fakta dan opini merupakan hal yang sangat penting.

Bukan berarti viralitas selalu membawa dampak buruk. Banyak gerakan sosial, kegiatan kemanusiaan, dan kampanye pendidikan yang berhasil menjangkau masyarakat luas karena dukungan media sosial. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa viral bukanlah ukuran mutlak dari kualitas sebuah informasi. Informasi yang bermanfaat tidak selalu menjadi tren, dan sesuatu yang sedang tren belum tentu memberikan manfaat.

Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sebelum mempercayai atau membagikan sebuah informasi, penting untuk memeriksa sumbernya terlebih dahulu. Kebiasaan sederhana seperti membaca informasi secara utuh dan membandingkannya dengan sumber lain dapat membantu mengurangi penyebaran informasi yang keliru.

Pada akhirnya, tantangan terbesar di era digital bukanlah kekurangan informasi, melainkan kemampuan untuk memilih informasi yang benar dan bernilai. Di tengah derasnya arus konten yang berlalu setiap hari, masyarakat perlu menyadari bahwa tidak semua yang viral layak dijadikan perhatian utama. Justru kemampuan untuk berpikir kritis dan selektif menjadi kunci agar media sosial dapat dimanfaatkan secara positif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kehidupan bersama.

DISCLAIMER : Opini ini Tidak Ditanggung Jawab oleh Redaksi Kaltimfocus, Semua Tulisan Milik Penulis Opini

TAGGED:Asal ViralInformasiMedia SosialMuhammad Arisandi Sapriawan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ratusan Botol Miras dan Jarum Suntik Disita dari Warung di Samarinda
Next Article Peta Politik AS Berubah Drastis Usai Putusan Pemungutan Suara di Selatan

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

DPRD Samarinda Ancam Segel Truk Penyebab Tumpahan Material di Jalan
Daerah
Pemkab Mahulu Gelar Kick Off Bulan Anti Rabies 2026 di Ujoh Bilang
Daerah
Pedagang Atribut HUT RI Mulai Ramaikan Jalanan Samarinda
Daerah
Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pengeroyokan Pemuda Hingga Tewas di Morowali
Hukum & Kriminal

You Might Also Like

Daftar Fenomena Langit Mei: Ada Hujan Meteor dan Blue Moon Langka
Sensasi Kiper Cape Verde Vozinha: Follower Media Sosial Tembus 14 Juta
Menkes Budi Gunadi di DPR: Saya Belum Pernah Uji Kesehatan Mental, Mungkin Depresi
Film Children of Heaven Versi Indonesia Tayang Mei 2026, Ini Bocorannya
Tiga Akun Medsos di Samarinda Dilaporkan ke Polisi Setelah Sebar Ujaran Kebencian, Diduga Langgar UU ITE
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?