DHAKA – Ribuan demonstran anti-pemerintah terlibat bentrokan sengit dengan aparat kepolisian di pusat kota Dhaka sepanjang pekan ini guna menuntut pengunduran diri Presiden secara segera akibat krisis yang kian memanas. Aksi massa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kerusuhan besar setelah para pedemo berusaha menerobos barikade keamanan dan melakukan penyerangan terhadap konvoi menteri yang tengah melintas di kawasan tersebut.
Situasi di lapangan dilaporkan kian mencekam saat polisi mulai melepaskan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan yang mulai merusak fasilitas publik. Salah seorang koordinator aksi menegaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan gerakan ini sebelum tuntutan utama terpenuhi. “Kami tidak akan meninggalkan jalanan sampai Presiden menyatakan mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan transisi demi masa depan negara yang lebih baik,” tegas salah satu pemimpin demonstran di tengah kerumunan massa.
Hingga saat ini, gelombang protes dilaporkan terus meluas ke berbagai wilayah pinggiran kota, menyebabkan aktivitas ekonomi dan transportasi lumpuh total. Pihak keamanan masih berjaga ketat di titik-titik vital pemerintahan guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut, sementara dunia internasional mulai menyoroti kondisi kemanusiaan dan stabilitas politik di negara tersebut yang kian tidak menentu.

