TEHERAN – Militer Iran secara mengejutkan mengeklaim telah melancarkan serangan udara besar-besaran yang menargetkan pangkalan jet tempur F-18 milik Amerika Serikat di Azraq, Yordania, serta markas Armada Kelima AS di Bahrain pada Selasa (14/7). Serangan strategis ini dilakukan oleh pasukan Iran guna melemahkan kekuatan operasional militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda ketegangan tinggi.
Operasi militer tersebut dilaporkan menyasar infrastruktur vital yang menjadi pusat koordinasi armada laut dan udara AS di wilayah Teluk. Melalui pernyataan resminya, pihak Iran menegaskan bahwa aksi ini adalah respons terhadap aktivitas militer asing di sekitar wilayah kedaulatan mereka. “Operasi ini berhasil mengenai sasaran yang telah ditentukan di pangkalan Azraq dan Bahrain dengan tingkat presisi yang sangat tinggi,” tegas salah satu juru bicara militer Iran.
Hingga berita ini diturunkan, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) masih melakukan investigasi mendalam terkait dampak kerusakan dan potensi korban jiwa di kedua lokasi tersebut. Situasi keamanan di Yordania dan Bahrain kini dilaporkan dalam status siaga satu untuk mengantisipasi adanya serangan susulan atau balasan di tengah memanasnya geopolitik global.

