WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mendorong percepatan perdamaian antara Rusia dan Ukraina pasca pertemuan KTT G7 yang berlangsung di sela-sela agenda internasional pekan ini. Langkah strategis ini diambil Trump sebagai bagian dari upaya diplomasinya untuk mengakhiri konflik bersenjata di Eropa Timur setelah tercapainya kesepakatan de-eskalasi antara AS dan Iran. Dalam agendanya, Trump menekankan pentingnya stabilitas keamanan global guna menjamin kedaulatan Ukraina serta memulihkan hubungan ekonomi di kawasan tersebut.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Trump menyatakan komitmen kuatnya untuk menjadi mediator yang efektif guna menghentikan peperangan yang telah berlangsung lama. “Kami sangat ingin melihat Ukraina berada dalam posisi yang sangat baik dan kami berkomitmen penuh untuk mengakhiri konflik ini demi terwujudnya perdamaian abadi,” tegas Donald Trump di hadapan awak media. Pernyataan ini disambut sebagai sinyal positif bagi masa depan diplomasi kedua negara yang bertikai.
Dorongan perdamaian ini muncul sebagai prioritas kebijakan luar negeri Trump yang menginginkan pengurangan titik ketegangan militer di berbagai belahan dunia. Dengan meredanya tensi antara AS dan Iran, fokus Washington kini beralih pada pencarian solusi konkret bagi Kiev dan Moskow melalui jalur negosiasi. Pemerintah AS berharap langkah ini dapat memberikan kepastian bagi keamanan internasional dan mempercepat proses pemulihan wilayah-wilayah yang terdampak konflik.

