CANBERRA – Australia saat ini tengah menghadapi wabah difteri terbesar yang dilaporkan menyebar luas ke sejumlah negara bagian dan wilayah otoritas pada pekan ini. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa lonjakan kasus ini telah menyebabkan satu orang meninggal dunia akibat infeksi bakteri serius tersebut. Kondisi ini memicu kewaspadaan nasional karena penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut mulai menjangkau area-area yang sebelumnya dianggap aman.
Pihak berwenang menekankan pentingnya imunisasi rutin untuk membentengi masyarakat dari risiko penularan yang lebih masif. “Wabah ini menjadi pengingat yang sangat serius bagi kita semua tentang pentingnya menjaga status vaksinasi tetap mutakhir untuk mencegah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini merenggut lebih banyak nyawa,” ujar juru bicara otoritas kesehatan Australia dalam keterangan resminya.
Difteri merupakan infeksi bakteri yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas, kegagalan jantung, hingga kelumpuhan jika tidak segera ditangani secara medis. Pemerintah Australia kini sedang melakukan pelacakan kontak erat secara intensif dan mempercepat program vaksinasi tambahan di wilayah-wilayah terdampak guna memutus rantai penyebaran wabah terbesar dalam sejarah medis modern negara tersebut.

