BALIKPAPAN – Tingkat inflasi di Kota Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan mulai melandai pada April 2026 seiring dengan normalnya harga sejumlah komoditas pangan pasca-hari raya Idulfitri. Penurunan harga kebutuhan pokok seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan ikan ini terpantau di berbagai pasar tradisional setelah sempat melonjak tinggi, sehingga beban belanja warga kini mulai berkurang dan kembali terjangkau.
Meskipun kondisi pasar saat ini menunjukkan tren positif, otoritas terkait tetap memberikan catatan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi fluktuasi harga di masa mendatang. Kondisi ini terpantau efektif menekan laju inflasi daerah secara signifikan dibandingkan periode bulan sebelumnya yang dipicu oleh tingginya permintaan momen lebaran.
Perwakilan tim pengendali inflasi menyatakan bahwa pengawasan stok pangan akan terus diperketat guna menjamin stabilitas harga di pasar lokal. “Kondisi ini membuat beban belanja warga sedikit berkurang, meski ancaman kenaikan harga masih membayangi dalam beberapa bulan ke depan,” ungkap laporan resmi terkait situasi ekonomi terkini di Balikpapan.
Data dari April 2026 tersebut diharapkan menjadi indikator pemulihan daya beli masyarakat Kalimantan Timur secara luas. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran distribusi logistik agar harga kebutuhan pokok di Balikpapan dan PPU tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan drastis yang memberatkan konsumen.
