By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Tersangka Ngaku Wali Allah, Korban Capai 50 Orang
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Hukum & Kriminal > Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Tersangka Ngaku Wali Allah, Korban Capai 50 Orang
Hukum & Kriminal

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Tersangka Ngaku Wali Allah, Korban Capai 50 Orang

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Mei 5, 2026 11:58 am
By Redaksi Kaltimfocus
1 Min Read
Share
Kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang melibatkan 50 korban kini dalam penanganan pihak kepolisian. (Sumber: BBC News Indonesia)
SHARE

PATI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati tengah mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah jumlah korban dilaporkan mencapai 50 orang. Tersangka diduga melakukan aksi bejat tersebut dengan memanfaatkan posisinya sebagai pimpinan untuk memanipulasi para korban melalui doktrin keagamaan yang menyesatkan di lingkungan pesantren.

Dalam menjalankan modusnya, tersangka mencekoki para korban dengan klaim bahwa dirinya adalah sosok “Khariqul ‘Adah” atau wali Allah yang memiliki kemampuan di luar akal manusia. Selain itu, ia juga mengaku sebagai keturunan nabi yang harus dimuliakan oleh para santrinya guna memuluskan tindakan asusila tersebut. “Tersangka menggunakan pengaruh doktrin tersebut untuk meyakinkan korban bahwa dirinya adalah sosok suci yang tidak boleh dibantah,” ujar pihak kepolisian saat merilis perkembangan kasus ini.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan instansi terkait terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya korban tambahan. Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada terhadap segala bentuk manipulasi berkedok agama di lembaga pendidikan. Sementara itu, pendampingan psikologis terus diberikan kepada puluhan korban yang mengalami trauma berat akibat tindakan manipulatif tersangka di Ponpes Ndholo Kusumo.

TAGGED:berita kriminalJawa Tengahkekerasan seksualNdholo KusumoPatipondok pesantren
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Tak Ada Dasar Hukum, Afif Rayhan Harun Sebut Argumen Ketua DPRD Kaltim Terkait Kejaksaan Usulan Hak Angket Keliru
Next Article Polisi Jemput Paksa AS, Pendiri Ponpes di Pati Tersangka Kekerasan Seksual

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia vs Daya Beli Masyarakat yang Terhimpit
Ekonomi & Bisnis
PJJ di Samarinda Tak Bisa Disamaratakan, Puji Soroti Kendala Internet Siswa
Pendidikan
Ahmad Sahroni Tolak Usul KPK Soal Perampasan Harta Pejabat Tak Lapor LHKPN
Hukum & Kriminal
Polda Metro Jaya Imbau Massa Jaga Fasilitas Umum Saat Demo 28 Oktober
Hukum & Kriminal

You Might Also Like

Elite PPP Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen
Rekaman CCTV Ungkap Aksi Cole Tomas Allen, Tersangka Penembakan Donald Trump
Modus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Kejagung Didesak Ungkap Aktor Lain
Petani Sawit Tim 37 Minta Komisi Yudisial Kawal Banding PT Gunta Samba
BNN Tangkap 4 Pengedar Jaringan Maboy, Sita 92 Kg Sabu di Kaltim
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?