SAMARINDA – Akademisi sekaligus praktisi manajemen SDM, Odjie Samroji, mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali makna Tahun Baru Hijriah sebagai momentum memperkuat kepemimpinan transformatif di Samarinda. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dinilai bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah gerakan spiritual dan strategi besar kepemimpinan untuk membangun tatanan sosial baru yang lebih beradab dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Odjie menekankan bahwa esensi hijrah terletak pada keberanian seorang pemimpin dalam mengambil keputusan sulit demi kepentingan yang lebih besar. Menurutnya, kepemimpinan transformatif yang dicontohkan Rasulullah melibatkan kecermatan strategi dan keteguhan memegang nilai-nilai moral. “Peristiwa hijrah mengandung keberanian mengambil keputusan, keteguhan memegang nilai, kecermatan menyusun strategi, serta kemampuan membangun masyarakat baru,” ungkap Odjie Samroji saat membedah relevansi nilai hijrah dalam konteks manajemen modern.
Lebih lanjut, spirit hijrah ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para pemimpin organisasi maupun pemerintah dalam melakukan perubahan yang berkelanjutan. Dengan mengadopsi kemampuan adaptasi dan kolaborasi sosial seperti yang dilakukan Nabi di Madinah, para pemimpin masa kini dapat menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan masyarakat secara luas.

