By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Mediasi AS
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Mediasi AS
Internasional

Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Mediasi AS

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Mei 11, 2026 12:00 am
By Redaksi Kaltimfocus
1 Min Read
Share
Suasana di garis depan konflik Rusia dan Ukraina yang masih diwarnai ketegangan meski kesepakatan gencatan senjata telah dimulai. (Sumber: Internasional - Detikcom)
SHARE

MOSKOW – Pemerintah Rusia dan Ukraina saling melontarkan tuduhan terkait pelanggaran gencatan senjata tiga hari yang dimediasi oleh Amerika Serikat di wilayah konflik pada pekan ini. Meskipun kesepakatan tersebut dirancang untuk meredam kekerasan, kedua belah pihak mengklaim lawan tetap melakukan provokasi militer di garis depan demi memperkuat posisi masing-masing. Langkah diplomasi Washington ini bertujuan untuk memberikan jeda kemanusiaan, namun realita di lapangan menunjukkan ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.

Hingga saat ini, pihak pemantau memang belum melaporkan adanya serangan skala besar sejak kesepakatan tersebut diberlakukan, namun insiden kontak senjata kecil masih terus terjadi. Kondisi ini menyebabkan jumlah korban jiwa terus bertambah di kedua belah pihak secara perlahan. Menanggapi situasi yang memanas, salah satu pihak menyatakan kekecewaannya atas ketidakpatuhan lawan dalam menghormati poin-poin kesepakatan bersama yang telah diteken sebelumnya.

“Kami mencatat adanya upaya sistematis untuk merusak komitmen gencatan senjata ini melalui provokasi di zona-zona sensitif yang seharusnya aman,” ujar juru bicara militer setempat dalam keterangan resminya. Ketegangan yang terus berlanjut ini memicu kekhawatiran internasional akan kegagalan mediasi lebih lanjut. Jika Rusia dan Ukraina tidak segera menahan diri, dikhawatirkan koridor bantuan kemanusiaan bagi warga sipil akan kembali tertutup sepenuhnya.

TAGGED:Amerika SerikatGencatan SenjataKonflik GlobalPerang Rusia UkrainaRusiaUkraina
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article BI dan Kemenag Kaltim Perkuat Literasi Wakaf Kampus untuk Ekonomi Syariah
Next Article Ponpes Nurul Amin Samarinda Jadi Pilot Program Pesantren Ramah Anak 2026

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Hakim Tolak Banding PT Gunta Samba, 37 Petani Kaubun Menang Gugatan
Hukum & Kriminal
Kesal Tak Dapat Nobel Perdamaian, Donald Trump Kritik Keras Imigran Norwegia
Internasional
Karhutla Bromo 2026: 1.807 Hektare Hangus, Petugas dan Atlet Jadi Korban
Nasional
Gadi Eisenkot Muncul Jadi Penantang Utama Benjamin Netanyahu di Pemilu Israel
Internasional

You Might Also Like

Kabut Asap Karhutla Indonesia Selimuti Malaysia, Ujian Sekolah Ditunda
Iran Bantah Klaim Trump Soal Penandatanganan Kesepakatan Damai Hari Minggu
Krisis Migran Spanyol: 60 Ribu Orang Terobos Ceuta dari Maroko
Trump Ancam Sanksi Mahkamah Pidana Internasional Demi Kedaulatan AS
Bom Bunuh Diri di Pakistan Tewaskan 13 Orang, Termasuk 8 Polisi
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?