TANGERANG – Polresta Tangerang resmi meluncurkan inisiatif ‘Sabuk Kamtibmas’ di wilayah Kabupaten Tangerang baru-baru ini sebagai langkah strategis dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Program ini mengintegrasikan kekuatan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga berbagai elemen masyarakat seperti komunitas buruh dan pengemudi ojek online (ojol) guna membangun pertahanan keamanan yang inklusif di daerah tersebut.
Pembentukan wadah kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan serta memperkuat komunikasi lintas sektoral. Melalui sinergi ini, setiap elemen masyarakat diharapkan mampu menjadi pionir dalam melaporkan kejadian menonjol di lingkungannya masing-masing. “Pembentukan Sabuk Kamtibmas ini adalah upaya kita bersama untuk menyatukan visi dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah melalui kolaborasi aktif berbagai elemen masyarakat,” ujar perwakilan Polresta Tangerang dalam keterangannya.
Dengan hadirnya Sabuk Kamtibmas, Polresta Tangerang optimistis stabilitas daerah akan semakin terjaga, terutama dalam menghadapi dinamika sosial di lapangan. Keterlibatan buruh dan ojol dinilai sangat krusial karena mobilitas mereka yang tinggi, sehingga dapat membantu aparat dalam memantau situasi secara real-time. Inisiatif ini diharapkan menjadi model percontohan sinergi warga dan aparat dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

