JAKARTA – Polda Metro Jaya secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik di Jakarta pada Senin (28/10) terkait kegaduhan pemberitaan mengenai acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang sempat memicu kontroversi di media sosial. Klarifikasi ini dilakukan untuk meluruskan simpang siur informasi mengenai keterlibatan pihak kepolisian dan status kehadiran sejumlah tokoh publik dalam kegiatan yang dihadiri oleh elemen mahasiswa tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, memberikan penjelasan detail mengenai keterlibatan selebritas Raffi Ahmad yang menjadi sorotan dalam acara tersebut. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi terkait pemberitaan ini, dan perlu kami sampaikan bahwa saudara Raffi Ahmad hadir di lokasi tersebut karena memang diundang dalam kapasitasnya sebagai tokoh,” ujar Ade Ary kepada awak media dalam konferensi persnya.
Pihak kepolisian menekankan bahwa deklarasi tersebut merupakan bagian dari aspirasi mahasiswa dalam memperingati semangat Sumpah Pemuda. Dengan adanya pernyataan resmi dan permohonan maaf ini, Polda Metro Jaya berharap masyarakat tidak lagi terjebak dalam spekulasi negatif dan polemik informasi yang berkembang di platform digital terkait pelaksanaan acara deklarasi tersebut.

