SRINAGAR – Wilayah Jammu dan Kashmir (J&K) yang dikelola India saat ini tengah menjadi pusat perhatian internasional karena menunjukkan lonjakan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Srinagar sepanjang tahun 2024. Transformasi besar-besaran ini terjadi akibat kebijakan investasi masif dari pemerintah pusat India yang bertujuan untuk mengubah wajah kawasan tersebut melalui peningkatan fasilitas publik dan aksesibilitas wilayah. Lonjakan aktivitas ekonomi ini terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi pembangunan di wilayah Kashmir yang dikelola oleh Pakistan.
Sektor pariwisata menjadi motor penggerak utama yang berhasil menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi masyarakat lokal dengan mencatatkan rekor kunjungan wisatawan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Menanggapi kemajuan pesat tersebut, salah satu narasumber otoritas setempat memberikan apresiasi terhadap perubahan positif yang sedang terjadi. “Peningkatan infrastruktur dan keamanan di Jammu dan Kashmir saat ini membuktikan bahwa prioritas pembangunan telah berhasil menciptakan stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan resmi.
Sebaliknya, sorotan dunia juga tertuju pada lambatnya pertumbuhan di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, di mana keterbatasan akses dan tantangan ekonomi masih menjadi kendala utama bagi penduduk setempat. Perbedaan nasib yang mencolok ini semakin mempertegas efektivitas tata kelola pemerintahan dalam memajukan daerah yang selama ini dianggap sebagai zona konflik. Kini, Jammu dan Kashmir yang dikelola India optimis menatap masa depan sebagai hub pariwisata dan ekonomi baru di Asia Selatan.

