JAKARTA – Masyarakat di Indonesia kini perlu mewaspadai penggunaan berbagai perangkat elektronik rumah tangga yang ternyata tetap mengonsumsi daya listrik secara signifikan meskipun sedang tidak digunakan secara aktif setiap harinya. Fenomena ‘vampir energi’ ini umumnya ditemukan pada perangkat yang dilengkapi dengan layar digital, fitur penunjuk waktu, maupun koneksi internet yang terus menyala di dalam rumah tanpa disadari oleh penghuninya.
Beberapa perangkat yang menjadi penyumbang utama pemborosan ini mencakup televisi pintar (Smart TV), router Wi-Fi, hingga mesin kopi yang memiliki mode standby. Meskipun terlihat mati, komponen internal perangkat tersebut tetap bekerja untuk mempertahankan koneksi data atau menjaga memori tetap aktif, sehingga arus listrik terus mengalir secara kontinu dan menyebabkan tagihan bulanan membengkak.
“Perangkat yang dilengkapi layar digital atau selalu terhubung ke jaringan akan terus menyedot daya selama kabel masih tertancap di stopkontak,” ungkap seorang pakar efisiensi energi dalam keterangannya. Hal ini menegaskan betapa pentingnya bagi pemilik rumah untuk benar-benar memastikan aliran listrik terputus sepenuhnya guna menghindari kerugian finansial akibat konsumsi energi yang tidak efektif.
Sebagai solusi praktis, pengguna disarankan untuk menggunakan stopkontak dengan saklar on/off untuk memutus arus listrik secara total saat perangkat tidak diperlukan. Langkah sederhana ini tidak hanya membantu menekan biaya pengeluaran rumah tangga, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan konsumsi energi listrik yang berlebihan.

