SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) secara resmi memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS di wilayah Sangatta dan sekitarnya pada pekan ini guna meningkatkan efektivitas penanggulangan penyakit menular tersebut. Langkah strategis ini ditempuh dengan melibatkan Dinas Kesehatan, lembaga swadaya masyarakat, serta berbagai instansi terkait untuk memperluas jangkauan deteksi dini dan edukasi pencegahan di tengah masyarakat.
Penguatan koordinasi ini dianggap krusial mengingat tantangan mobilitas penduduk di Kutai Timur yang cukup tinggi sebagai daerah industri dan pertambangan. “Kami tidak bisa bergerak sendiri dalam menangani HIV/AIDS, perlu sinergi dari seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait agar mata rantai penyebarannya bisa kita putus bersama secara komprehensif,” ujar perwakilan Pemkab Kutim dalam keterangannya terkait upaya pengendalian tersebut.
Selain fokus pada pencegahan, Pemkab Kutim juga berkomitmen meningkatkan fasilitas layanan kesehatan bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) agar mendapatkan pengobatan yang layak dan berkelanjutan. Program kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka kasus baru, tetapi juga mampu menghapus stigma negatif terhadap penderita melalui sosialisasi yang lebih humanis dan tepat sasaran di seluruh wilayah Kutai Timur.

