SAMARINDA – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Satker Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah Provinsi Kalimantan Timur resmi menginisiasi pembangunan sarana sanitasi di Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Samarinda Utara, untuk tahun anggaran 2026. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna meningkatkan standar kesehatan dan kualitas hidup para santri di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan tersebut melalui Program Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK).
Dukungan infrastruktur ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas air bersih dan jamban yang layak bagi warga pondok. Terkait hal tersebut, pihak pelaksana menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan lingkungan pesantren. “Pembangunan sanitasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pondok yang lebih sehat dan higienis bagi seluruh warga pesantren agar proses belajar mengajar semakin nyaman,” ujar perwakilan penyelenggara saat prosesi penandatanganan PKS.
Melalui kolaborasi erat dengan Kelompok Masyarakat (POKMAS), proyek ini diharapkan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain penyediaan infrastruktur fisik, program ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada para santri di Kalimantan Timur.

