By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Erly Sopiansyah Bantah Tuduhan Minta Rp2 Miliar ke Sudarno: Silakan Buka CCTV Pertemuan di Kafe
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Daerah > Erly Sopiansyah Bantah Tuduhan Minta Rp2 Miliar ke Sudarno: Silakan Buka CCTV Pertemuan di Kafe
Daerah

Erly Sopiansyah Bantah Tuduhan Minta Rp2 Miliar ke Sudarno: Silakan Buka CCTV Pertemuan di Kafe

Muhammad Farikhin
Last updated: Juli 19, 2026 4:15 am
By Muhammad Farikhin
3 Min Read
Share
Erly Sopiansyah Bantah Tuduhan Minta Rp2 Miliar ke Sudarno: Silakan Buka CCTV Pertemuan di Kafe.
SHARE

SAMARINDA – Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APMKT), Erly Sopiansyah, membantah tuduhan yang menyebut dirinya meminta uang sebesar Rp2 miliar kepada Sudarno.

Erly mengakui dirinya memang pernah bertemu dengan Sudarno di salah satu kafe di Samarinda. Namun, ia menegaskan pertemuan tersebut tidak pernah membahas permintaan uang maupun nominal Rp2 miliar seperti yang dituduhkan.

“Awalnya dia yang ngajak ngopi, saya ikut saja saudara SD ini. Dan tidak ada pembahasan nilai,” kata Erly, Kamis (16/7/2026).

Ia kembali menegaskan bahwa selama pertemuan berlangsung tidak pernah ada pembicaraan mengenai permintaan uang, apalagi tindakan yang mengarah pada pemerasan.

“Tidak ada. Demi Allah tidak ada. Saya bisa bersumpah, tidak pernah ada pembahasan ataupun penyebutan nominal Rp2 miliar saat pertemuan di The Cafe,” tegasnya.

Menurut Erly, pembahasan dalam pertemuan itu hanya berkaitan dengan rencana nota kesepahaman (MoU) dan sejumlah aspirasi yang akan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Timur.

Ia menjelaskan, angka Rp2 miliar baru sempat terlontar beberapa hari setelah pertemuan tersebut saat terjadi percakapan terpisah mengenai kebutuhan operasional aliansi. Saat itu, kata dia, Sudarno menanyakan perkiraan kebutuhan dana.

“Dia bertanya, ‘kira-kira berapa kebutuhannya?’. Saya jawab spontan, ‘mungkin dua miliar kali’. Itu pun hanya perkiraan, bukan permintaan, apalagi permintaan kepada beliau,” ujarnya.

Erly menegaskan ucapan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai permintaan uang ataupun tindakan pemerasan.

“Kalau saya bilang, ‘saya minta uang’, nah itu baru jelas. Tapi itu tidak pernah saya ucapkan. Jangan disangkutpautkan dengan kebutuhan internal aliansi,” katanya.

Ia juga mempertanyakan pernyataan Sudarno yang menyebut pembahasan mengenai angka Rp2 miliar terjadi saat pertemuan di kafe. Menurut Erly, hal tersebut dapat dibuktikan apabila rekaman CCTV di lokasi masih tersedia.

“Kalau memang ada CCTV dari awal sampai selesai pertemuan, silakan dibuka. Kalau memang ada pembahasan Rp2 miliar di situ, pasti akan terlihat. Saya justru lebih senang kalau dibuktikan,” tegasnya.

Selain membantah dugaan pemerasan, Erly juga menilai terdapat sejumlah fakta yang menurutnya dipelintir, termasuk terkait kedatangan anggota APMKT ke kediaman Sudarno yang sebelumnya dilaporkan sebagai dugaan intimidasi.

Ia mengklaim kedatangan tersebut diketahui Ketua RT setempat dan berlangsung tanpa paksaan.

“RT sendiri mengetahui kedatangan kami. Bahkan saat itu Pak Sudarno memanggil RT dan mengatakan bahwa kami adalah teman-temannya. Jadi jangan diputarbalikkan seolah-olah terjadi intimidasi atau aksi premanisme,” ucapnya.

Erly menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap memberikan seluruh bukti yang diperlukan kepada penyidik.

“Kami menghormati proses hukum. Semua ada saksi, ada rekaman video, dan kalau diperlukan ada CCTV. Biarlah fakta yang berbicara,” pungkasnya. (*)

TAGGED:APMKTErly SopiansyahKaltimSudarno
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kebakaran Kembali Terjadi di Samarinda, Dua Rumah dan Sepeda Motor Hangus Dilalap Api
Next Article 2 Tentara AS Tewas dalam Serangan di Yordania, Ketegangan Iran Meningkat

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Polda Metro Jaya Imbau Massa Jaga Fasilitas Umum Saat Demo 28 Oktober
Hukum & Kriminal
Menteri P2MI Genjot Kompetensi SDM Indonesia untuk Serap Peluang Kerja Global
Pemerintah
Hasil Pilpres Brasil: Lula da Silva Menang, Akhiri Dominasi Sayap Kanan
Internasional
17 WNA Malaysia dan Singapura Ditangkap di Bali, Kelola Markas Pinjol Ilegal
Hukum & Kriminal

You Might Also Like

Baznas Kaltim Perkuat Pengelolaan Zakat Melalui 5 Program Unggulan
DWP Kemenag Kaltim Salurkan Hewan Kurban ke Panti Asuhan Samarinda
Pemkab Berau Perkuat Kesiapsiagaan Kesehatan Hadapi Dampak Kabut Asap Karhutla
Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam, KLH Pantau Potensi Api Tersembunyi
KemenHAM Kaltim Perkuat Kampung REDAM Bontang Cegah Konflik Sosial
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?