SAMARINDA – Seorang warga Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bernama Hanyek menyampaikan aspirasi agar pelaksanaan Sensus Ekonomi oleh pemerintah dilakukan secara lebih komprehensif saat mengikuti dialog interaktif Halo RRI di Samarinda pada Senin (20/7/2026). Langkah ini dinilai penting agar data yang terkumpul tidak hanya mencakup kondisi dasar rumah tangga, melainkan juga mencerminkan dampak nyata dari lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) serta bahan pokok yang saat ini membebani daya beli masyarakat di daerah.
Hanyek menyoroti bahwa akurasi data dalam Sensus Ekonomi sangat krusial untuk menggambarkan realitas ekonomi di lapangan secara transparan. Ia berharap para petugas sensus dapat menggali informasi lebih mendalam mengenai bagaimana fluktuasi harga komoditas memengaruhi kesejahteraan warga, sehingga kebijakan subsidi atau bantuan pemerintah di masa depan dapat lebih tepat sasaran bagi mereka yang paling terdampak.
Dalam sesi komunikasi langsung tersebut, Hanyek menekankan bahwa sensus harus menjadi cermin dari tantangan ekonomi yang sebenarnya dihadapi oleh rakyat kecil di pelosok Kalimantan Timur. “Sensus Ekonomi jangan hanya mendata kondisi dasar rumah tangga, tetapi juga harus mengakomodasi dampak kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat,” tegas Hanyek dalam dialog tersebut.
Forum Halo RRI ini menjadi ruang komunikasi strategis yang menghubungkan langsung suara masyarakat dengan pemerintah pusat maupun daerah. Dengan adanya masukan ini, diharapkan pihak pelaksana sensus dapat memperluas variabel pendataan agar lebih relevan dengan dinamika ekonomi terkini, guna menghasilkan basis data yang kuat untuk pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

