MALINAU – Sebanyak 331 kepala keluarga di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, kini resmi menikmati akses listrik PLN selama 24 jam penuh guna meningkatkan kualitas hidup dan mendukung aktivitas ekonomi warga. Langkah ini menjadi solusi permanen setelah selama bertahun-tahun masyarakat setempat hanya mengandalkan genset pribadi maupun swadaya desa yang waktu operasionalnya sangat terbatas.
Kehadiran aliran listrik yang stabil ini membawa perubahan signifikan bagi aktivitas sosial masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pendidikan bagi anak-anak di malam hari. Selain menghemat biaya pengeluaran untuk bahan bakar genset, infrastruktur kelistrikan ini diharapkan mampu memacu tumbuhnya sektor usaha kecil menengah (UKM) di wilayah pedalaman Malinau tersebut.
Pihak PLN menegaskan bahwa penyambungan ini adalah bagian dari upaya pemerataan energi hingga ke pelosok Kalimantan Utara. “Penyalaan listrik 24 jam di Desa Tanjung Nanga merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat di wilayah 3T agar taraf hidup mereka semakin meningkat,” ungkap perwakilan manajemen PLN dalam keterangan resminya.
Kini, warga Desa Tanjung Nanga tidak lagi khawatir akan kegelapan saat malam tiba dan dapat memanfaatkan peralatan elektronik secara optimal. Pemerintah daerah setempat pun berharap sinergi dengan PLN terus berlanjut agar seluruh desa di Kabupaten Malinau dapat segera merasakan kemerdekaan energi yang sama dalam waktu dekat.

