SAMARINDA – Kondisi Jalan HM Rifaddin, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, dikeluhkan para pengendara. Jalan yang dipenuhi tanah dan bebatuan diduga berasal dari aktivitas truk pengangkut material membuat pengendara roda dua rawan mengalami kecelakaan.
Sejumlah truk pengangkut tanah dan batu milik perusahaan alat berat diduga tidak menutup muatan dengan baik saat melintas di kawasan tersebut. Akibatnya, material berjatuhan dan memenuhi bahu hingga badan jalan.
Kondisi itu disebut membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas saat hujan maupun ketika jalan dalam keadaan licin.
Salah satu warga yang menjadi korban, SSN (21), mengaku mengalami kecelakaan akibat banyaknya tanah dan batu yang berserakan di jalan. Ia mengatakan insiden itu terjadi saat dirinya melintas dengan kecepatan pelan.
“Saya jadi korban, padahal jalan pelan, gara-gara banyak tanah terus nabrak batu jadi nggak seimbang akhirnya jatuh,” ungkap SSN, Selasa (26/5/2026).
Akibat kejadian tersebut, SSN mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD IA Moeis Samarinda.
Ia mengaku harus menjalani pemeriksaan rontgen karena bagian tulang kepala depannya mengalami pergeseran hingga menimbulkan benjolan.
“Saya harus di-rontgen, jadi bagian tulang kepala agak masuk jadi ada benjolan, terus banyak darah yang keluar, akhirnya bagian kepala saya harus dijahit,” jelasnya.
Pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi jalan yang dipenuhi material tanah bercampur batu kecil di sejumlah titik. Situasi itu membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada jam sibuk kendaraan proyek.
Warga berharap pemerintah maupun instansi terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang diduga lalai menjaga keamanan muatan kendaraan operasionalnya.
Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, material yang berserakan juga dinilai dapat memicu kecelakaan beruntun apabila tidak segera dibersihkan. (*/)

