SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan angka inflasi yang tetap terjaga sebesar 0,18 persen (mtm) pada Juli 2026 di tengah tekanan kenaikan harga sektor transportasi dan pendidikan. Capaian ini dilaporkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim di Samarinda sebagai hasil dari koordinasi intensif bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap kondusif.
Angka inflasi bulanan tersebut menunjukkan tren penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode Juni 2026 yang mencapai 0,70 persen (mtm). Meski terdapat tekanan dari sektor pendidikan akibat periode tahun ajaran baru, upaya stabilisasi melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) terbukti efektif meredam lonjakan harga komoditas pangan pokok di pasar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antarinstansi dalam menjaga angka IHK tetap dalam target sasaran. “Inflasi tahunan Kaltim pada Juli 2026 berada di level yang tetap terjaga dan terkendali,” ungkap Jajang Hermawan dalam pernyataan resminya terkait perkembangan ekonomi daerah terbaru.
Ke depannya, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi melalui pemantauan stok secara berkala dan optimalisasi kerja sama antardaerah. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengantisipasi risiko inflasi global maupun domestik guna mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang berkelanjutan.

