JAKARTA – PT Pelni (Persero) menegaskan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan tambahan hampir 1.000 unit kapal baru guna memperkuat konektivitas antarpulau serta memperlancar distribusi logistik di seluruh wilayah nusantara demi meningkatkan daya saing ekspor nasional. Langkah ini dipandang sangat mendesak mengingat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat bergantung pada efisiensi transportasi laut untuk menggerakkan roda ekonomi dan memastikan arus barang tidak terhambat.
Kebutuhan armada yang besar ini merupakan kunci utama dalam menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan dalam perdagangan internasional. Pihak manajemen menekankan bahwa tanpa dukungan armada yang memadai, potensi komoditas daerah sulit untuk menembus pasar global secara optimal. “Indonesia butuh hampir 1.000 kapal untuk konektivitas antarpulau dan distribusi logistik demi memperkuat daya saing ekspor kita,” ungkap perwakilan PT Pelni dalam pernyataan resminya terkait pengembangan sektor maritim.
Diharapkan dengan terpenuhinya kebutuhan ribuan kapal tersebut, distribusi komoditas unggulan dari berbagai pelosok daerah dapat menjangkau pelabuhan utama dengan lebih cepat dan biaya yang lebih terjangkau. Transformasi sistem logistik laut ini tidak hanya akan memperkokoh ketahanan ekonomi domestik, tetapi juga memposisikan Indonesia sebagai pemain strategis dalam rantai pasok global melalui jalur perdagangan maritim yang terintegrasi.

