KUPANG – Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 Magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/08) yang mengakibatkan 47 orang meninggal dunia dan sedikitnya 2.000 warga terpaksa mengungsi. Peristiwa dahsyat yang terjadi pada akhir pekan ini menghancurkan bangunan rumah serta fasilitas umum, memicu kepanikan massal di pusat getaran hingga menyebabkan belasan orang luka-luka.
Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD dan relawan masih terus berupaya melakukan proses evakuasi di lokasi-lokasi terdampak parah guna mencari kemungkinan adanya korban tambahan. Salah satu petugas di lapangan memberikan keterangan terkait situasi darurat yang saat ini sedang dihadapi. “Kami sedang fokus memprioritaskan evakuasi korban yang tertimbun reruntuhan dan memastikan distribusi logistik bagi para pengungsi di tenda-tenda darurat berjalan lancar,” ujar perwakilan tim tanggap bencana daerah setempat.
Kondisi di lapangan saat ini masih dalam tahap pemulihan, di mana ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal masih bertahan di titik-titik pengungsian dengan fasilitas seadanya. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta menjauhi bangunan yang strukturnya sudah rapuh akibat guncangan besar tersebut.

