SAN FRANCISCO – Raksasa teknologi Apple resmi melayangkan gugatan hukum terhadap OpenAI di San Francisco pada Jumat (10/7) atas dugaan pencurian rahasia dagang iPhone yang sangat rahasia. Apple menuduh OpenAI menyalahgunakan informasi teknis tersebut saat perusahaan kecerdasan buatan itu tengah mengembangkan perangkat keras (hardware) mandiri. Langkah hukum ini diambil untuk melindungi kekayaan intelektual Apple dari potensi eksploitasi oleh pihak luar yang mencoba menyaingi ekosistem mereka di pasar global.
Dalam dokumen persidangan, Apple merinci bahwa OpenAI diduga memanfaatkan data internal untuk mempercepat riset perangkat keras yang saat ini sedang mereka kembangkan secara rahasia. Seorang juru bicara Apple menekankan bahwa perusahaan tidak akan tinggal diam terhadap upaya pelanggaran hak cipta. “Kami berkomitmen untuk melindungi inovasi yang telah kami bangun selama bertahun-tahun dari segala bentuk pencurian yang merugikan ekosistem iPhone dan integritas perusahaan kami,” tegas perwakilan Apple dalam keterangan resminya.
Perseteruan ini menandai ketegangan baru di industri Silicon Valley, mengingat OpenAI kini menjadi pemain dominan dalam tren kecerdasan buatan dunia. Jika terbukti bersalah, OpenAI terancam menghadapi denda besar serta perintah pengadilan untuk menghentikan pengembangan proyek hardware terkait. Hingga saat ini, pihak OpenAI masih belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan serius yang diajukan oleh perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut.

