By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Kesal Tak Dapat Nobel Perdamaian, Donald Trump Kritik Keras Imigran Norwegia
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > Kesal Tak Dapat Nobel Perdamaian, Donald Trump Kritik Keras Imigran Norwegia
Internasional

Kesal Tak Dapat Nobel Perdamaian, Donald Trump Kritik Keras Imigran Norwegia

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Oktober 27, 2026 12:43 am
By Redaksi Kaltimfocus
1 Min Read
Share
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan terkait kekecewaannya tidak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian. (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Internasional)
SHARE

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap negara Norwegia di Washington baru-baru ini setelah dirinya merasa diabaikan dalam penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian. Kekesalan tersebut muncul karena Trump merasa kontribusi politiknya layak mendapatkan apresiasi tertinggi tersebut, namun komite Nobel justru memiliki penilaian berbeda yang memicu kemarahan sang presiden di hadapan publik.

Ketegangan ini berujung pada pernyataan kontroversial Trump yang mempertanyakan kebijakan imigrasi Amerika Serikat terhadap warga asal negara Nordik tersebut. Dalam sebuah kesempatan, Trump tak segan-segan menggunakan istilah kasar untuk menggambarkan rasa frustrasinya terhadap negara yang menjadi rumah bagi komite Nobel itu. “Mengapa kita menginginkan orang-orang dari negara ‘shit house’ ini?” ujar Trump merujuk pada kekecewaannya terhadap Norwegia yang dianggapnya tidak adil.

Sikap keras ini memicu perdebatan luas di kancah internasional, mengingat Norwegia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan indeks perdamaian dan kemakmuran tertinggi. Pernyataan Trump tersebut dianggap sebagai bentuk tekanan diplomatik yang tidak biasa, sekaligus menunjukkan ambisi besarnya untuk diakui secara global melalui penghargaan prestisius yang selama ini ia idam-idamkan selama masa jabatannya.

TAGGED:Amerika SerikatDonald TrumpNobel PerdamaianNorwegiaPolitik Internasional
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Karhutla Bromo 2026: 1.807 Hektare Hangus, Petugas dan Atlet Jadi Korban
Next Article Hakim Tolak Banding PT Gunta Samba, 37 Petani Kaubun Menang Gugatan

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

DPRD Samarinda dan Tarakan Bahas Strategi Pembangunan Efisien 2026
Daerah
Pertamina Host ASCOPE ke-51: Perkuat Resiliensi Energi ASEAN
Ekonomi & Bisnis
Polres Berau Dorong Pembangunan Sirkuit Permanen untuk Atasi Balap Liar
Daerah
Pemuda Kaltim Borneo Kind Tanam 1.000 Pohon di Lahan Bekas Karhutla
Daerah

You Might Also Like

Trump Tuding Oposisi Demokrat dan Republik Hambat Negosiasi dengan Iran
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Format 48 Tim di Amerika, Kanada, Meksiko
Agustus Pecahkan Rekor Bulan Terpanas di Dunia, Sejajar Juli 2023
Operasi Rahasia Mossad: Upaya Israel Rekrut Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Terungkap
Rekaman CCTV Ungkap Pengejaran Brutal Agen ICE Sebelum Penembakan Lorenzo Salgado di Houston
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?