WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap negara Norwegia di Washington baru-baru ini setelah dirinya merasa diabaikan dalam penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian. Kekesalan tersebut muncul karena Trump merasa kontribusi politiknya layak mendapatkan apresiasi tertinggi tersebut, namun komite Nobel justru memiliki penilaian berbeda yang memicu kemarahan sang presiden di hadapan publik.
Ketegangan ini berujung pada pernyataan kontroversial Trump yang mempertanyakan kebijakan imigrasi Amerika Serikat terhadap warga asal negara Nordik tersebut. Dalam sebuah kesempatan, Trump tak segan-segan menggunakan istilah kasar untuk menggambarkan rasa frustrasinya terhadap negara yang menjadi rumah bagi komite Nobel itu. “Mengapa kita menginginkan orang-orang dari negara ‘shit house’ ini?” ujar Trump merujuk pada kekecewaannya terhadap Norwegia yang dianggapnya tidak adil.
Sikap keras ini memicu perdebatan luas di kancah internasional, mengingat Norwegia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan indeks perdamaian dan kemakmuran tertinggi. Pernyataan Trump tersebut dianggap sebagai bentuk tekanan diplomatik yang tidak biasa, sekaligus menunjukkan ambisi besarnya untuk diakui secara global melalui penghargaan prestisius yang selama ini ia idam-idamkan selama masa jabatannya.

