By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Tim Leiden Bongkar Keuntungan Kolonialisme Belanda di Nusantara
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > Tim Leiden Bongkar Keuntungan Kolonialisme Belanda di Nusantara
Internasional

Tim Leiden Bongkar Keuntungan Kolonialisme Belanda di Nusantara

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Oktober 4, 2026 11:23 am
By Redaksi Kaltimfocus
2 Min Read
Share
Gedung Universitas Leiden di Belanda yang merilis studi terkait keuntungan ekonomi masif dari masa kolonial di Nusantara. (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Internasional)
SHARE

LEIDEN – Para peneliti dari Universitas Leiden baru-baru ini merilis hasil studi mendalam di Leiden, Belanda, yang secara rinci membongkar keuntungan ekonomi masif Kerajaan Belanda selama masa penjajahan di Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan aliran kekayaan yang mengalir dari Indonesia ke Eropa serta menegaskan tanggung jawab Wangsa Oranye-Nassau atas praktik eksploitasi tersebut. Temuan ini menyoroti bagaimana kekayaan kolonial menjadi fondasi utama kemakmuran ekonomi negara Belanda di masa lampau.

Studi tersebut mengidentifikasi bahwa sebagian besar pendapatan negara Belanda, terutama pada abad ke-19, berasal dari eksploitasi sumber daya alam dan manusia di Indonesia melalui berbagai kebijakan kolonial yang sistematis. “Wangsa Oranye-Nassau memiliki peran sentral dan memetik keuntungan finansial yang sangat signifikan dari kebijakan kolonial yang merugikan rakyat Nusantara,” ungkap salah satu tim peneliti dalam laporan resmi studi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa keterlibatan keluarga kerajaan bukan sekadar simbolis, melainkan bersifat struktural dan sangat profitabel secara ekonomi.

Hasil penelitian tim Leiden ini kini menjadi landasan penting bagi perdebatan global mengenai kompensasi serta permintaan maaf resmi dari pemerintah Belanda kepada Indonesia. Dengan adanya data sejarah yang valid, masa lalu kolonial kini dipandang bukan hanya sebagai catatan sejarah, melainkan sebagai hutang moral dan material yang harus diakui secara terbuka. Temuan ini diharapkan dapat mendorong transparansi lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang imperialisme Belanda di Asia Tenggara.

TAGGED:Kerajaan BelandaKolonialisme BelandaLeiden UniversitySejarah IndonesiaWangsa Oranye-Nassau
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Neraca Perdagangan Kaltim Surplus 1,28 Miliar Dolar AS Agustus 2026
Next Article Program 100 Hari Ditjen Pesantren, Kemenag Kaltim Siapkan Langkah Strategis

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Pemuda Kaltim Borneo Kind Tanam 1.000 Pohon di Lahan Bekas Karhutla
Daerah
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia vs Daya Beli Masyarakat yang Terhimpit
Ekonomi & Bisnis
PJJ di Samarinda Tak Bisa Disamaratakan, Puji Soroti Kendala Internet Siswa
Pendidikan
Ahmad Sahroni Tolak Usul KPK Soal Perampasan Harta Pejabat Tak Lapor LHKPN
Hukum & Kriminal

You Might Also Like

Taktik Rahasia Donald Trump: Sembunyi di Kontainer Katering Demi Ganti Pesawat di Turki
Penembakan Fatal ICE di Maine Picu Tekanan Politik Bagi Senator Susan Collins
Dampak Trauma Perang Gaza, Anak-anak Kehilangan Kemampuan Bicara
Pemilu Louisiana Kacau: Pemilih Bingung Akibat Penundaan dan Putusan MA
Anak Kambing di Kebun Binatang Keliling North Carolina Positif Rabies
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?