SANGATTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, pada Minggu (30/8/2026), yang mengakibatkan sedikitnya 9,5 hektare lahan hangus terbakar di lima titik lokasi berbeda. Peristiwa ini memicu kesiagaan penuh dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur guna memadamkan kobaran api yang terus menyebar cepat akibat kondisi cuaca kering di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Kutai Timur, Sulastin, mengonfirmasi bahwa penyebaran titik api terjadi secara masif dalam kurun waktu satu hari di beberapa koordinat strategis yang sulit dijangkau. “Lima titik kebakaran tersebut tersebar di sejumlah lokasi dan tim kami telah dikerahkan secara maksimal untuk melakukan pemadaman serta lokalisir api agar tidak merembet ke pemukiman warga,” ujar Sulastin saat memberikan keterangan terkait situasi terkini di lapangan.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan upaya pendinginan di area terdampak guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Masyarakat Sangatta diimbau untuk tetap waspada dan dilarang keras melakukan pembakaran lahan secara sengaja, mengingat risiko karhutla yang masih tinggi di tengah musim kemarau yang melanda Kutai Timur.

