ACEH UTARA – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) secara resmi mengumumkan penyelesaian pembangunan 1.198 unit sumur bor di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per 12 Oktober 2026 guna menyediakan akses air bersih bagi warga terdampak banjir, khususnya di Kabupaten Aceh Utara. Langkah ini diambil sebagai respons strategis pemerintah dalam memulihkan infrastruktur vital dan sanitasi bagi masyarakat yang kehilangan sumber air layak konsumsi akibat bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Proyek pengadaan air bersih ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah dalam menangani krisis pascabencana yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra. “Hingga laporan harian per 12 Oktober ini, sebanyak 1.198 sumur bor telah selesai dibangun, sementara 639 sumur bor lainnya masih dalam proses pengerjaan secara bertahap agar segera dapat dimanfaatkan warga,” tulis keterangan resmi dalam laporan harian Satgas PRR tersebut.
Kehadiran ribuan sumur bor ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi ribuan kepala keluarga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur warga yang tercemar lumpur banjir. Dengan percepatan pada 639 titik yang tersisa, Satgas PRR berkomitmen untuk memastikan seluruh infrastruktur air bersih ini rampung tepat waktu demi mencegah risiko penyakit menular dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pascabanjir.
