BALIKPAPAN – Sejumlah nelayan di Balikpapan, Kalimantan Timur, memutuskan untuk berhenti melaut sementara waktu sejak beberapa hari terakhir akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan perairan setempat. Langkah antisipasi ini diambil setelah munculnya peringatan dini dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sepinggan Balikpapan mengenai potensi ancaman keselamatan jiwa bagi para pencari ikan di tengah laut.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca buruk ini memicu terjadinya gelombang tinggi yang diperkirakan bisa mencapai hingga 2,5 meter di perairan Balikpapan dan sekitarnya. Pihak otoritas meteorologi menegaskan bahwa kondisi ini sangat berisiko, terutama bagi kapal-kapal nelayan berukuran kecil. “Kami meminta para nelayan untuk sementara tidak memaksakan diri melaut karena kondisi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter ini sangat berisiko bagi keselamatan jiwa,” tulis pihak BMKG dalam keterangan resminya.
Dampak dari berhentinya aktivitas melaut ini mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional yang mengalami penurunan pasokan ikan segar. Untuk mengisi waktu luang sembari menunggu cuaca membaik, para nelayan kini hanya melakukan kegiatan perawatan alat tangkap dan perbaikan kapal di dermaga masing-masing agar siap digunakan kembali saat kondisi perairan telah dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

