SAMARINDA – Kebakaran melanda kawasan Jalan Muang Ilir, RT 38, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (18/7/2026) malam. Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di lokasi yang sebelumnya juga pernah mengalami musibah serupa.
Kobaran api menghanguskan dua rumah tunggal dan satu unit sepeda motor. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Narahubung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hery Suhendra, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.05 Wita. Puluhan personel Disdamkarmat bersama PMK swasta dan relawan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Objek yang terbakar sebanyak dua rumah tunggal dan satu unit sepeda motor. Rumah tersebut dihuni dua kepala keluarga dengan total enam jiwa. Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” ujar Hery.
Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam lima menit. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 22.10 Wita setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
“Dugaan sementara berasal dari arus pendek listrik. Untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian,” katanya.
Dalam proses penanganan, petugas sempat menghadapi kendala berupa minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat suplai air harus dilakukan secara bergantian agar proses pemadaman tetap berjalan.
“Kendala utama di lapangan adalah minimnya sumber air. Namun petugas tetap berupaya melakukan suplai air agar api tidak meluas ke bangunan lain,” jelas Hery.
Sebanyak enam unit mobil tangki pemadam milik Disdamkarmat dan PMK swasta dikerahkan dalam operasi tersebut. Selain itu, 12 mesin portable milik relawan juga turut membantu mempercepat proses pemadaman.
Hery mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari personel Disdamkarmat, PMK swasta, relawan, hingga masyarakat sekitar yang turut membantu selama proses penanganan berlangsung.
“Proses penanganan berlangsung sekitar satu jam lima menit. Berkat sinergi seluruh personel, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke bangunan lainnya,” tutupnya. (*)

