SAMARINDA – Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) secara resmi menerima hibah peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Pemerintah Swiss melalui Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) di Samarinda untuk memaksimalkan potensi energi surya di wilayah Kalimantan. Kerja sama strategis ini merupakan bagian dari program Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase II yang melibatkan BPSDM ESDM dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi guna mencetak tenaga ahli energi terbarukan yang kompeten di Indonesia.
Program kolaboratif ini telah memberikan pendampingan intensif kepada lima politeknik negeri sejak tahun 2020 untuk memperkuat infrastruktur pendidikan vokasi di sektor energi bersih. Dengan diterimanya hibah peralatan modern ini, Polnes diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan SDM yang mampu menjawab tantangan transisi energi nasional, khususnya dalam pemanfaatan sinar matahari yang melimpah di pulau Kalimantan.
Memasuki tahapan baru yang lebih komprehensif, pihak penyelenggara menekankan pentingnya keberlanjutan program ini bagi dunia pendidikan. “Memasuki RESD Fase II yang berjalan sejak Oktober 2025 hingga akhir 2028, proyek ini telah mendampingi lima politeknik negeri sejak tahun 2020,” jelas pernyataan resmi terkait proyek kerja sama internasional tersebut.
Melalui fasilitas baru ini, mahasiswa Polnes dapat melakukan praktik langsung menggunakan teknologi PLTS standar industri yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas kurikulum pendidikan tinggi, tetapi juga mempercepat realisasi kemandirian energi berbasis sumber daya lokal di Kalimantan Timur dan sekitarnya.

