PADANG – Satgas Penanggulangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) terus mengebut proyek pemulihan konektivitas di Jalur Lembah Anai, Sumatera Barat, yang kini progres fisiknya telah menembus angka 95 persen. Langkah percepatan ini dilakukan pascabencana alam yang sempat memutus akses transportasi utama guna memulihkan stabilitas ekonomi di wilayah tersebut. Pemerintah menargetkan jalur vital ini dapat dibuka kembali secara penuh untuk masyarakat pada Juli 2026 mendatang.
Pengerjaan saat ini difokuskan pada tahap penyelesaian akhir guna memastikan keamanan pengendara saat melintasi kawasan yang memiliki kerawanan geografis tersebut. Perwakilan Satgas PRR menegaskan bahwa kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas utama di tengah upaya mengejar target waktu yang telah ditentukan. “Kami terus berupaya maksimal agar infrastruktur ini segera bisa digunakan kembali oleh masyarakat secara aman dan nyaman,” ujar salah satu anggota Satgas PRR dalam keterangannya.
Kehadiran kembali Jalur Lembah Anai sangat dinantikan oleh warga dan pelaku usaha karena perannya yang krusial dalam mobilitas logistik serta sektor pariwisata Sumatera Barat. Dengan sisa pengerjaan yang tinggal lima persen, koordinasi antar-lembaga terus diperkuat agar tidak ada kendala teknis yang menghambat penyelesaian. Pulihnya jalur ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang sempat melambat akibat gangguan akses transportasi.

