HANOI – Kepolisian Vietnam berhasil membongkar dua sindikat judi bola internasional berskala besar di Hanoi dan sekitarnya yang beroperasi selama gelaran turnamen sepak bola dunia baru-baru ini. Dalam operasi tersebut, petugas mengungkap nilai transaksi fantastis yang mencapai US$ 133 juta atau setara dengan Rp 2,3 triliun dari tangan para pelaku. Langkah tegas ini diambil pemerintah setempat guna memberantas praktik perjudian ilegal yang memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap momentum olahraga global tersebut.
Dalam penggerebekan tersebut, pihak berwenang menyita berbagai barang bukti mulai dari perangkat komputer, telepon genggam, hingga catatan transaksi keuangan yang tersusun rapi. Salah seorang juru bicara dari otoritas keamanan setempat mengonfirmasi bahwa sindikat ini memiliki jaringan yang sangat terorganisir untuk menarik minat para petaruh di berbagai wilayah. “Para tersangka menggunakan platform teknologi yang cukup canggih untuk mengelola aliran dana taruhan demi menghindari deteksi aparat kepolisian,” ungkap perwakilan Kementerian Keamanan Publik Vietnam dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk melacak kemungkinan adanya keterlibatan jaringan lain yang lebih luas di tingkat regional. Pemerintah Vietnam sendiri memang dikenal sangat ketat dalam mengatur aktivitas perjudian, di mana taruhan olahraga merupakan tindakan ilegal di luar tempat-tempat yang telah memiliki lisensi resmi negara. Penangkapan besar ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku industri judi ilegal yang kian marak di dunia maya.

