BEIJING – Sejumlah buruh pabrik pendingin ruangan (AC) di Tiongkok dilaporkan harus bekerja lembur dalam beberapa pekan terakhir guna memenuhi lonjakan permintaan ekspor ke benua Eropa yang tengah dilanda gelombang panas ekstrem. Fenomena cuaca panas yang melanda wilayah Barat tersebut memaksa produsen di pusat manufaktur Asia ini meningkatkan kapasitas produksi secara drastis demi menjaga ketersediaan stok unit AC di pasar internasional yang kian menipis.
“Kami terpaksa menambah jam operasional dan shift kerja karena pesanan dari pasar Eropa meningkat hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar salah satu manajer operasional produsen elektronik di China. Tingginya permintaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen pabrik untuk menyeimbangkan target produksi yang sangat tinggi dengan kesejahteraan para pekerjanya.
Kenaikan volume produksi ini semakin memperkokoh posisi Tiongkok sebagai pengekspor alat elektronik rumah tangga terbesar di dunia. Di sisi lain, fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana perubahan iklim global berdampak langsung pada dinamika industri manufaktur dan pola konsumsi perangkat elektronik pendingin di berbagai belahan dunia.

