TEHERAN – Sebanyak 115 kapal komersial dan 2.500 pelaut berhasil melintasi Selat Hormuz setelah jalur strategis tersebut sempat dibuka sementara di tengah ketegangan regional yang meningkat. Namun, Pemerintah Iran secara resmi memutuskan untuk menutup kembali akses perairan internasional tersebut pada hari ini sebagai respons langsung atas serangan udara yang diluncurkan oleh militer Israel. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan wilayah kedaulatan mereka menyusul eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Proses evakuasi ribuan pelaut berjalan dengan cepat guna menghindari ancaman terjebak di zona konflik yang berbahaya bagi keselamatan maritim. Otoritas setempat menegaskan bahwa tindakan ini merupakan prosedur darurat demi melindungi nyawa para kru kapal dari berbagai negara. “Prioritas utama kami adalah mengevakuasi seluruh awak kapal dengan selamat sebelum situasi di Selat Hormuz menjadi semakin tidak terkendali akibat serangan susulan,” ungkap salah satu pejabat otoritas pelabuhan dalam pernyataan resminya.
Penutupan kembali jalur krusial ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan pada stabilitas pasokan energi dan ekonomi global, mengingat posisinya sebagai titik transit minyak dunia. Meskipun evakuasi gelombang pertama terhadap 115 kapal telah sukses dilakukan, komunitas internasional kini mengkhawatirkan durasi penutupan selat yang dapat memicu lonjakan harga komoditas. Hingga saat ini, pengawasan ketat masih terus dilakukan oleh angkatan laut di sepanjang pesisir selat guna mengantisipasi pergerakan militer lebih lanjut.

