SAMARINDA – Dosen program studi Hubungan Internasional Universitas Mulawarman, M. Rasyid Ridho, menyoroti urgensi Protokol Kyoto dalam menekan emisi karbon global guna mengatasi fenomena cuaca ekstrem dan bencana banjir yang kian marak terjadi di Samarinda saat ini. Upaya diplomasi lingkungan tersebut menjadi fokus utama bagi negara-negara maju untuk memberikan perhatian khusus terhadap krisis ekosistem dan permasalahan sampah yang kian kompleks di berbagai belahan dunia.
Rasyid menekankan bahwa dinamika isu lingkungan memiliki kaitan yang sangat erat dengan hubungan internasional karena dampaknya yang melintasi batas wilayah negara. Melalui kerangka kerja sama global, negara-negara di dunia diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam menjaga stabilitas alam. “Sebenarnya isu lingkungan memiliki kaitan yang erat dengan hubungan internasional. Salah satu upaya yang dilakukan antar negara adalah tercetusnya The Kyoto Protocol,” ungkap Rasyid saat menanggapi fluktuasi isu lingkungan global saat ini.
Implementasi Protokol Kyoto diharapkan mampu mendorong negara-negara industri untuk secara signifikan mengurangi produksi polutan udara melalui kebijakan yang lebih hijau. Dengan pengawasan internasional yang ketat, tantangan perubahan iklim ekstrem diharapkan dapat dimitigasi demi menjamin keberlangsungan lingkungan hidup yang lebih sehat bagi generasi mendatang di seluruh dunia.

