By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: KPK Periksa 5 Saksi Terkait Kasus Gratifikasi Batu Bara Rita Widyasari
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Hukum & Kriminal > KPK Periksa 5 Saksi Terkait Kasus Gratifikasi Batu Bara Rita Widyasari
Hukum & Kriminal

KPK Periksa 5 Saksi Terkait Kasus Gratifikasi Batu Bara Rita Widyasari

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Juni 3, 2026 8:40 am
By Redaksi Kaltimfocus
1 Min Read
Share
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, pusat penyidikan kasus gratifikasi pertambangan. (Sumber: MEDIA KALTIM)
SHARE

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa lima orang saksi di Jakarta pada Selasa (2/6) guna mendalami dugaan gratifikasi terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) produksi pertambangan batu bara yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Langkah hukum ini dilakukan penyidik untuk memperjelas mekanisme kewajiban finansial perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur tersebut kepada negara.

Fokus utama pemeriksaan kali ini adalah menelusuri aliran dana dari iuran tetap serta royalti yang seharusnya disetorkan oleh para pemegang izin pertambangan. “Penyidik mengonfirmasi terkait PNBP produksi pertambangan, yakni mencakup iuran tetap yang dibayarkan sebagai kompensasi atas wilayah kerja yang diberikan kepada pemegang izin, serta iuran produksi atau royalti,” ujar tim penyidik KPK dalam keterangan resminya terkait proses penyidikan tersebut.

Kasus ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan terhadap kekayaan Rita Widyasari yang diduga berasal dari praktik suap dan gratifikasi selama menjabat sebagai kepala daerah. KPK terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti kuat dari berbagai saksi untuk mengungkap total kerugian negara serta aset-aset hasil tindak pidana korupsi di sektor sumber daya alam tersebut.

TAGGED:GratifikasiKorupsiKPKKutai KartanegaraPertambanganPNBPRita Widyasari
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sandy Walsh Umumkan Kehamilan Istri, Bek Timnas Indonesia Siap Jadi Ayah
Next Article Istana Pastikan Perombakan BGN Tak Ganggu Program Makan Bergizi Gratis

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Genoa vs Juventus 2-0: Bianconeri Tampil Tanpa Daya Juang di Serie A
Olahraga
NasDem Respons Ajakan PKS Soal Ijazah Gibran: Fokus RUU Perampasan Aset
Nasional
Mentan Amran Yakin Harga Beras Turun Usai Mafia Pengoplos SPHP Ditangkap
Ekonomi & Bisnis
Pemprov Kaltim Tekankan Data Tunggal untuk Entaskan Kemiskinan
Daerah

You Might Also Like

17 WNA Malaysia dan Singapura Ditangkap di Bali, Kelola Markas Pinjol Ilegal
Polisi Jemput Paksa AS, Pendiri Ponpes di Pati Tersangka Kekerasan Seksual
Polisi Seattle Buru Dua Pria yang Terjun Payung dari Space Needle
Merawat Padi Pa’i: Tradisi Dayak Kenyah Sungai Bawang Kutai Kartanegara
Satgas PKH Ambil Alih 111 Hektare Tambang Ilegal di Kukar
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?