TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) resmi memperketat pengawasan di pintu masuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sebagai langkah proaktif mengantisipasi penyebaran Hantavirus. Upaya ini dilakukan melalui skrining ketat terhadap para pelaku perjalanan internasional untuk mendeteksi dini potensi masuknya virus yang dibawa oleh hewan pengerat tersebut ke wilayah Indonesia.
Langkah preventif ini mencakup pemeriksaan suhu tubuh serta pemantauan intensif terhadap area-area kargo yang rentan menjadi tempat bersarangnya tikus. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan kesehatan di gerbang utama negara tersebut. “Kami terus bersinergi dengan pihak karantina kesehatan untuk memastikan setiap pintu masuk negara terjaga dengan ketat dari potensi penularan Hantavirus demi melindungi warga,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain pengawasan fisik, otoritas terkait juga meningkatkan edukasi bagi para petugas bandara mengenai gejala awal infeksi Hantavirus, seperti demam tinggi dan nyeri otot. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat respon medis apabila ditemukan kasus yang mencurigakan di lapangan. Masyarakat pun diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak mengundang keberadaan vektor pembawa penyakit.
Melalui pengawasan yang lebih ketat ini, Dinkes Banten berharap risiko masuknya wabah penyakit baru dapat diminimalisir secara efektif. Sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas bandara diharapkan mampu menciptakan sistem deteksi dini yang kuat dalam menghadapi ancaman kesehatan global di masa depan.

