SEOUL – Hakim Shin Jong-o, sosok yang dikenal karena memperberat hukuman mantan ibu negara Korea Selatan, ditemukan tewas di kediamannya di Seoul pada awal pekan ini dalam sebuah insiden yang diduga kuat sebagai tindakan bunuh diri. Penemuan jenazah ini menggemparkan publik lantaran terjadi di tengah sorotan tajam terhadap kasus-kasus besar yang tengah ditanganinya. Pihak berwenang menemukan sebuah surat permintaan maaf di lokasi kejadian, yang mengisyaratkan adanya tekanan psikologis mendalam sebelum sang hakim mengembuskan napas terakhirnya.
Berdasarkan hasil investigasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian tidak menemukan adanya indikasi kekerasan atau keterlibatan pihak luar dalam kematian tersebut. “Kami menemukan surat wasiat yang berisi permintaan maaf kepada pihak keluarga dan kerabat dekat korban di lokasi kejadian,” ujar juru bicara Kepolisian Seoul saat memberikan keterangan resmi kepada media setempat. Shin Jong-o selama ini dikenal sebagai hakim yang sangat berintegritas namun sering kali harus menghadapi tekanan besar saat memutus perkara yang melibatkan tokoh-tokoh elite politik negara.
Kematian tragis ini pun memicu perbincangan luas mengenai kesehatan mental dan beban kerja para penegak hukum di Korea Selatan saat menangani kasus-kasus sensitif. Kepergian Shin Jong-o meninggalkan lubang besar dalam proses peradilan yang sedang berjalan, terutama terkait putusan-putusan hukum tingkat tinggi yang ia pimpin sebelumnya. Saat ini, jenazah telah dibawa untuk keperluan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

