BOGOR – Warga Jonggol, Kabupaten Bogor, dihebohkan dengan kemunculan fenomena langka berupa awan menyerupai pelangi di langit pada Jumat (1/5). Penampakan visual yang viral di media sosial tersebut menarik perhatian masyarakat luas karena gradasi warnanya yang indah di tengah awan putih. Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera memberikan penjelasan ilmiah guna mengedukasi warga mengenai fenomena atmosfer yang jarang terjadi ini.
Pihak BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini secara teknis dikenal sebagai iridisensi awan atau cloud iridescence. Kejadian ini terjadi akibat adanya difraksi atau pelenturan cahaya matahari oleh butiran air atau kristal es kecil yang menyusun awan yang masih tipis. “Fenomena ini adalah hal yang wajar terjadi secara meteorologis ketika cahaya matahari mengenai tetesan air atau kristal es dalam awan pada sudut tertentu,” ungkap perwakilan BMKG dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, BMKG menyebutkan bahwa awan pelangi biasanya muncul pada jenis awan tinggi seperti Altocumulus atau Cirrocumulus. Meskipun sering dikaitkan dengan mitos oleh sebagian warga, BMKG menegaskan bahwa ini murni gejala optik atmosfer dan tidak berbahaya. Keindahan warna tersebut sangat bergantung pada posisi pengamat serta sudut elevasi matahari, sehingga fenomena ini biasanya hanya berlangsung dalam durasi yang singkat.
