By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: China Tolak Sanksi AS Terhadap 5 Perusahaan Pembeli Minyak Iran
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > China Tolak Sanksi AS Terhadap 5 Perusahaan Pembeli Minyak Iran
Internasional

China Tolak Sanksi AS Terhadap 5 Perusahaan Pembeli Minyak Iran

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Mei 3, 2026 12:00 am
By Redaksi Kaltimfocus
1 Min Read
Share
Kantor Kementerian Luar Negeri China di Beijing yang menyatakan keberatan atas sanksi sepihak Amerika Serikat. (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Internasional)
SHARE

BEIJING – Pemerintah China secara resmi menyatakan penolakan tegas atas sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap lima perusahaan penyulingan minyak di Beijing baru-baru ini. Langkah Washington tersebut diambil sebagai hukuman karena perusahaan-perusahaan tersebut terus melakukan transaksi pembelian minyak dari Iran, yang menurut otoritas China, tindakan AS tersebut telah melanggar prinsip hukum internasional dan norma dasar hubungan antarnegara.

Beijing menganggap kebijakan sanksi tersebut sebagai bentuk intimidasi sepihak yang mengganggu stabilitas rantai pasokan energi global. Pihak berwenang Tiongkok menegaskan bahwa kerja sama energi antara negaranya dengan Iran bersifat legal dan tidak merugikan pihak ketiga manapun. “Kami mendesak pihak AS untuk segera mencabut sanksi ilegal tersebut dan berhenti mencampuri urusan perdagangan sah antarnegara berdaulat,” ujar juru bicara kementerian luar negeri dalam keterangan resminya.

Ketegangan ini diprediksi akan semakin memperkeruh hubungan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara berkekuatan besar tersebut. China berkomitmen untuk terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi hak-hak sah perusahaannya di pasar internasional serta menentang segala bentuk yurisdiksi jangka panjang yang diterapkan Amerika Serikat tanpa dasar hukum yang kuat di bawah naungan PBB.

TAGGED:Amerika SerikatChinaHubungan InternasionalIranminyak bumisanksi ekonomi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Bareskrim Polri Sita 13 Kg Sabu di Bakauheni, 6 Tersangka Jaringan Medan-Jakarta Diringkus
Next Article Viral Fenomena Awan Pelangi di Jonggol Bogor, Ini Penjelasan Resmi BMKG

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Prabowo Hadiri KTT BRICS di India, Disambut Hangat PM Narendra Modi
Internasional
FKUB Samarinda Tetapkan 8 Program Kerja Strategis 2026-2027 untuk Perkuat Toleransi
Daerah
25 Tahun Pasca 9/11: Transformasi Besar Dunia Intelijen dan Keamanan Global
Internasional
Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI: Menag Tekankan Ukhuwah dan Inklusivitas
Event / Acara

You Might Also Like

Dampak 5 Tahun Kekuasaan Taliban: Hak Perempuan Afghanistan Terhapus dari Ruang Publik
Todd Blanche Lolos Voting Komite Senat, Selangkah Lagi Jadi Jaksa Agung AS
Iran Gempur Pangkalan Jet F-18 AS di Yordania dan Armada Ke-5 Bahrain
Harga Bensin Iran Melejit Akibat Sanksi AS, Pemerintah Tetapkan Tarif Baru
Kisah Haru Ayah dan Anak Selamat Usai 4 Hari Tertimbun Puing Gempa Venezuela
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?