By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Dampak 5 Tahun Kekuasaan Taliban: Hak Perempuan Afghanistan Terhapus dari Ruang Publik
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > Dampak 5 Tahun Kekuasaan Taliban: Hak Perempuan Afghanistan Terhapus dari Ruang Publik
Internasional

Dampak 5 Tahun Kekuasaan Taliban: Hak Perempuan Afghanistan Terhapus dari Ruang Publik

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Agustus 14, 2026 2:00 pm
By Redaksi Kaltimfocus
2 Min Read
Share
SHARE

KABUL – Sejak merebut kekuasaan lima tahun lalu di Kabul, pemerintahan Taliban telah mengeluarkan serangkaian dekrit yang secara sistematis menghapus hak-hak perempuan Afghanistan dari ruang publik demi menerapkan kebijakan otoritas mereka. Langkah ini mencakup larangan akses pendidikan menengah dan tinggi, pembatasan ketat di dunia kerja, hingga aturan perjalanan tanpa pendamping bagi perempuan di seluruh negeri. Para ahli memperingatkan bahwa pengucilan ini tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga berisiko melumpuhkan masa depan sosial dan ekonomi Afghanistan secara permanen.

Berbagai organisasi internasional dan pengamat kemanusiaan terus menyoroti kemunduran drastis yang dialami kaum hawa di bawah rezim saat ini. Meskipun ada tekanan global agar Taliban melunakkan sikap mereka, kebijakan diskriminatif justru kian diperketat sehingga berdampak buruk pada kesejahteraan jutaan warga. Terkait kondisi yang memprihatinkan ini, para ahli menyatakan, “Dekrit yang membatasi hak perempuan dan anak perempuan untuk belajar, bekerja, bepergian, dan bertindak secara mandiri kini mengancam untuk merusak Afghanistan secara permanen.”

Hingga saat ini, komunitas internasional terus mendesak Taliban untuk memulihkan hak-hak dasar perempuan sebagai syarat utama untuk mendapatkan pengakuan diplomatik yang lebih luas. Tanpa keterlibatan aktif perempuan dalam kehidupan publik dan pembangunan, pertumbuhan ekonomi Afghanistan diprediksi akan terus terhambat dan isolasi terhadap negara tersebut akan semakin dalam di mata dunia.

TAGGED:AfghanistanHak PerempuanIsu InternasionalKrisis KemanusiaanTaliban
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Basarnas Cari Penumpang KM Bukit Siguntang yang Melompat di Perairan Balikpapan
Next Article Doa Menag Nasaruddin Umar di Sidang Tahunan MPR 2026: Ajakan Persatuan

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia vs Daya Beli Masyarakat yang Terhimpit
Ekonomi & Bisnis
PJJ di Samarinda Tak Bisa Disamaratakan, Puji Soroti Kendala Internet Siswa
Pendidikan
Ahmad Sahroni Tolak Usul KPK Soal Perampasan Harta Pejabat Tak Lapor LHKPN
Hukum & Kriminal
Polda Metro Jaya Imbau Massa Jaga Fasilitas Umum Saat Demo 28 Oktober
Hukum & Kriminal

You Might Also Like

Demokrat AS Ambil Sikap Tegas: Tuntut Laporan HAM dan Sanksi bagi Israel
Keamanan Selat Hormuz: Iran dan Oman Perkuat Kerjasama Strategis
Kisah Haru Ayah dan Anak Selamat Usai 4 Hari Tertimbun Puing Gempa Venezuela
Jet Militer Taiwan Jatuh saat Simulasi Gagal Mesin, 2 Pilot Tewas
Aksi Tangguh Josh Turek: Kampanye Senat Iowa dengan Bersepeda Tangan 60 Mil
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?