SAMARINDA – Kebakaran melanda lahan bekas persawahan di Jalan Usaha Tani Betapus RT 24, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Senin (31/8/2026) siang.
Api mulai diketahui sekitar pukul 12.00 WITA dan dengan cepat membesar. Lahan yang terbakar merupakan area persawahan milik warga transmigrasi yang sudah lama tidak dikelola dan kini dipenuhi semak belukar, pohon liar serta ilalang kering.
Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api sulit dikendalikan dan sempat merambat ke lahan milik warga lainnya.
Kebakaran pertama kali diketahui Mislan, warga yang saat itu sedang menebas rumput di lahan milik Arlan, sekitar 500 meter dari lokasi titik api.
“Saat hendak kembali melanjutkan pekerjaan, saya melihat lahan milik Abdul Syukur sudah terbakar,” ujar Mislan.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Ketua RT 24 Kelurahan Lempake, Hairullah. Bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Lempake, Hairullah langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Setibanya di lokasi, mereka mendapati api sudah membakar lahan milik Abdul Syukur.
“Begitu mendapat informasi dari warga, kami langsung mengecek ke lokasi bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” kata Hairullah.
Sekitar pukul 13.00 WITA, personel Polsek Sungai Pinang bersama sejumlah relawan tiba di lokasi. Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam, S.H., turut memimpin penanganan kebakaran.
Pemadaman berlangsung cukup sulit lantaran titik api berada di tengah lahan yang dipenuhi semak belukar. Akses menuju lokasi juga terbatas, sementara angin membuat api cepat meluas.
“Lokasi titik api cukup sulit dijangkau karena berada di tengah semak belukar. Ditambah angin yang cukup kencang, sehingga api cepat merambat,” ujar Aksarudin.
Sekitar pukul 13.30 WITA, pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh personel Polsek Sungai Pinang, Satpol PP Kota Samarinda, pihak Kelurahan Lempake, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta gabungan relawan.
Upaya pemadaman kemudian diperkuat sekitar pukul 15.00 WITA dengan mengerahkan delapan mesin portable milik Bengkuring Rescue. Sumber air diambil dari lokasi yang berjarak sekitar 50 meter dari titik kebakaran.
Penanganan sempat terhambat setelah bahan bakar mesin portable milik relawan habis. Kondisi tersebut membuat proses penyemprotan harus dihentikan sementara.
Untuk memastikan pemadaman tetap berjalan, Kapolsek Sungai Pinang memberikan bantuan uang tunai untuk pembelian bahan bakar.
“Yang paling penting api jangan sampai kembali meluas. Karena itu, ketika bahan bakar mesin habis, kami upayakan segera dipenuhi agar pemadaman bisa terus dilanjutkan,” kata Aksarudin.
Sekitar pukul 15.10 WITA, setelah bahan bakar tersedia, penyemprotan kembali diarahkan ke titik-titik api yang masih menyala.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.20 WITA.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Setelah api padam, kami tetap lakukan pendinginan dan pemantauan. Ini untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” lanjut Aksarudin.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik sejumlah warga transmigrasi. Di antaranya Abdul Syukur, Kuncung, Ngadio, Tris, Sunardi, Supar, Sabar, Bahar, Suroto, Ngatiem, dan Ngatinem.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui dan masih dalam proses pendalaman.
Kerugian materiil akibat kebakaran juga belum dapat dipastikan.
Kepolisian telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan para relawan. Pemantauan di sekitar lokasi juga terus dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. (*/)

