JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa wacana perubahan status pengemudi ojek online (ojol) dari mitra menjadi pekerja formal saat ini masih dalam tahap simulasi di Jakarta. Langkah tersebut diambil oleh pihak DPR RI guna mengkaji secara mendalam kelayakan serta dampak regulasi ini terhadap kesejahteraan jutaan pengemudi di seluruh Indonesia.
Dasco menjelaskan bahwa pembahasan terkait status hukum ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan ketimpangan dalam ekosistem transportasi daring. Beliau menegaskan bahwa saat ini para pihak terkait masih mengumpulkan data dan masukan agar kebijakan yang dihasilkan nantinya tepat sasaran. “Pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi (pekerja) itu masih dalam tahap simulasi,” ujar Sufmi Dasco Ahmad kepada awak media.
Perubahan status dari mitra menjadi pekerja diharapkan mampu memberikan jaminan perlindungan sosial dan kepastian pendapatan bagi para pengemudi. Meski demikian, pemerintah dan parlemen masih menimbang beban operasional yang mungkin akan ditanggung oleh perusahaan aplikator jika kebijakan ini resmi diterapkan. DPR berkomitmen untuk mencari solusi terbaik yang menguntungkan baik bagi pekerja maupun industri transportasi online.

