By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Sejarah Kelam KNIL Maluku 1951: Diskriminasi dan Penderitaan di Belanda
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > Sejarah Kelam KNIL Maluku 1951: Diskriminasi dan Penderitaan di Belanda
Internasional

Sejarah Kelam KNIL Maluku 1951: Diskriminasi dan Penderitaan di Belanda

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Juni 30, 2026 12:38 am
By Redaksi Kaltimfocus
2 Min Read
Share
Potret sejarah tentara KNIL Maluku saat dipindahkan ke Belanda pada tahun 1951 yang penuh dengan tantangan dan penderitaan. (Sumber: BBC News Indonesia)
SHARE

DEN HAAG – Sebanyak 12.500 mantan tentara KNIL asal Maluku beserta keluarga mereka mengalami penderitaan mendalam dan diskriminasi sistematis saat dipindahkan secara paksa dari Indonesia ke Belanda pada tahun 1951 menggunakan kapal laut. Pemindahan besar-besaran ini terjadi akibat ketidakpastian politik pasca-pembubaran KNIL, di mana ribuan orang yang setia pada Kerajaan Belanda justru ditempatkan di barak-barak pengungsian yang tidak layak, termasuk bekas kamp konsentrasi, setibanya mereka di tanah Eropa.

Setelah 75 tahun berlalu, luka akibat perlakuan buruk tersebut masih dirasakan sangat nyata oleh para penyintas dan keturunannya yang kini menetap di Belanda. Salah satu perwakilan komunitas Maluku menyatakan bahwa pengakuan pemerintah seringkali terasa hambar dibandingkan trauma psikologis dan sosial yang mereka pikul selama puluhan tahun. “Tidak cukup kata maaf untuk penderitaan yang dialami oleh orang tua kami dan generasi setelahnya yang harus kehilangan identitas serta martabat di tanah asing ini,” ungkap salah satu narasumber keturunan Maluku saat mengenang kembali masa kelam tersebut.

Kini, generasi muda warga Maluku di Belanda terus berupaya mencari keadilan dan rekonsiliasi atas sejarah yang memisahkan mereka dari tanah kelahiran. Meskipun pemerintah Belanda mulai membuka dialog mengenai kesalahan masa lalu, isu pemulihan martabat dan pengakuan sejarah tetap menjadi tuntutan utama. Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang dampak panjang kolonialisme yang hingga kini masih mewarnai hubungan antara Maluku, Belanda, dan Indonesia dalam bingkai kenangan kolektif yang menyakitkan.

TAGGED:BelandaDiskriminasiKNILMalukuSejarah IndonesiaSejarah Maluku
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Mendagri Tito Karnavian Dukung Panja Komisi II DPR Perkuat Perbatasan
Next Article Brasil vs Jepang: Hajime Moriyasu Optimis Meski Kalah Peringkat FIFA

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25 Ribu ke Level Rp2,6 Juta
Ekonomi & Bisnis
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu Terancam Pemakzulan oleh 5 Partai
Daerah
Assist Ronald Araujo ke Dominik Szoboszlai: Sengaja atau Kebetulan?
Olahraga
Pantauan Udara Karhutla IKN: Petugas Temukan 4 Titik Api untuk Water Bombing
Nasional

You Might Also Like

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Gantikan Keir Starmer
Update Perang Ukraina: Serangan Rudal dan Drone Rusia di Kyiv, 4 Tewas
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang Usai Gencatan Senjata Gagal
Serangan Zat Misterius di Mall Ginza 6 Jepang, 20 Orang Luka-luka
Seniman Ikonik Yayoi Kusama Meninggal Dunia pada Usia 97 Tahun
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?