JAKARTA – Sebanyak hampir 2.000 warga yang didominasi oleh anak-anak di Jakarta diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kurun waktu tiga hari terakhir, yakni sejak Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9). Insiden ini segera menjadi perhatian serius pemerintah pusat mengingat besarnya jumlah korban yang terdampak dalam waktu singkat setelah menyantap hidangan yang disediakan melalui program tersebut.
Pihak berwenang dan tim medis telah dikerahkan untuk memberikan penanganan darurat bagi para korban yang mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing. Investigasi mendalam tengah dilakukan dengan mengambil sampel sisa makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti dari gangguan kesehatan massal ini.
“Kami sedang melakukan uji laboratorium secara menyeluruh terhadap sampel makanan yang dikonsumsi dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis intensif agar kondisi mereka segera pulih,” ujar salah satu perwakilan dinas kesehatan setempat saat meninjau lokasi kejadian pada Kamis sore.
Sebagai langkah antisipasi, penyaluran program MBG di wilayah terdampak untuk sementara dihentikan guna keperluan evaluasi total terhadap standar prosedur operasional dan penyedia jasa boga. Pemerintah berkomitmen akan memperketat pengawasan kualitas pangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

