JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi membuka latihan gabungan berskala internasional bertajuk Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang melibatkan 4.743 personel dari 21 negara, termasuk Amerika Serikat dan Prancis, di tiga pulau besar Indonesia mulai hari ini hingga 11 September mendatang guna memperkuat interoperabilitas militer di kawasan. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan koordinasi antarnegara dalam menghadapi tantangan keamanan global melalui serangkaian simulasi operasi darat, laut, dan udara.
Panglima TNI menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai bentuk diplomasi pertahanan yang nyata di kancah global. “Latihan Super Garuda Shield 2026 bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan komitmen bersama 21 negara untuk menciptakan stabilitas keamanan serta meningkatkan profesionalisme prajurit melalui pertukaran taktik militer yang mutakhir,” ujar narasumber terkait dalam pidato pembukaan acara tersebut.
Selama pelaksanaan latihan, para personel akan mengikuti berbagai materi strategis mulai dari latihan pendaratan amfibi hingga operasi khusus di medan yang menantang. Dengan sebaran di tiga pulau berbeda, SGS 2026 diharapkan mampu menguji ketangkasan logistik dan komunikasi militer dalam skala luas, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara peserta di wilayah Indo-Pasifik.

